Longsor merupakan salah satu peristiwa berbahaya yang paling dihindari di tambang. Kestabilan lereng tambang merujuk pada kemampuan suatu lereng atau dinding tambang untuk tetap utuh dan tidak runtuh. Ini adalah faktor kritis dalam tambang karena kegagalan kestabilan lereng dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk kerugian finansial, kerusakan lingkungan, hingga kecelakaan yang mengancam jiwa.

Untuk mengantisipasinya, maka kita harus paham dulu bagaimana dan apa saja metode yang digunakan untuk perhitungan kestabilan lereng.

Ini dia, simak sampai akhir ya!

  1. Metode Pengamatan Visual

    Metode ini dilakukan secara langsung dengan mengamati di lapangan dengan memperkirakan kondisi lereng bergerak atau tidak. Namun metode ini tidak terukur dan tidak valid sebab hanya mengandalkan pengamatan orang yang berbeda-beda tanpa ada parameter yang pengukurnya.

    Hanya mengandalkan pengalaman dan jam terbang masing-masing orang.

  2. Metode Komputasi

    Metode ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan rumus. Bnayak modifikasi rumus yang digunakan dalam perhitungan kestabilan lereng seperti:

    • Metode Fellenius, gaya memiliki sudut kemiringan paralel dengan irisan FK dihitung dengan keseimbangan momen.
    • Metode Bishop, mengabaikan gaya gesek antar irisan, gaya yang bekerja pada sisi irisan mempunyai resultan 0 pada arah vertikal.
    • Metode Janbu, menganalisis kestabilan lereng yang permukaan bidang gelincirnya tidak berupa busur lingkaran (non-sirkular).

Metode komputasi ini biasanya digunakan untuk menganalisis material heterogen yang terdiri atas berbagai lapisan. Secara manual biasanya diilustrasikan pada stereonet untuk mengetahui arah longsoran datau runtuhan batuan dengan memploting data arah strike dip lapisan batuan.

3. Metode Grafik

Penggunaan metode grafik ini biasanya menggunakan grafik standar seperti:

Metode grafik ini biasa digunakan untuk menganalisis lereng yang terdiri atas material homogen dan struktur yang sederhana.

Ketiga metode ini bisa dipilih dan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masing-masing lokasi tambang.

 

BACA JUGA: 4 JENIS JALAN TAMBANG DAN KETENTUANNYA

Peta geologi merupakan salah satu jenis peta yang digunakan untuk memvisualisasikan informasi tentang jenis batuan, struktur geologi, serta sumber daya alam di suatu wilayah. Peta geologi biasanya digunakan oleh ahli geologi, geofisika, dan industri pertambangan. Berikut ini adalah beberapa jenis peta geologi yang sering digunakan:

1.Peta geologi permukaan

Peta geologi permukaan merupakan jenis peta geologi yang menunjukkan lapisan batuan dan formasi geologi yang ada di permukaan bumi. Peta ini biasanya dibuat dengan menggunakan data geologi lapangan dan foto udara atau citra satelit. Peta geologi permukaan sangat berguna untuk mengetahui struktur geologi dan jenis batuan di suatu wilayah.

2. Peta geologi struktur

Peta geologi struktur merupakan jenis peta geologi yang menunjukkan struktur geologi suatu wilayah seperti bidang lipatan, bidang patahan, dan bidang lipat-patah. Peta geologi struktur biasanya digunakan oleh ahli geologi untuk mengetahui potensi sumber daya alam seperti minyak dan gas bumi.

3.Peta geologi endapan mineral

Peta geologi endapan mineral merupakan jenis peta geologi yang menunjukkan lokasi dan jenis endapan mineral seperti emas, tembaga, dan besi di suatu wilayah. Peta geologi endapan mineral biasanya digunakan oleh industri pertambangan untuk mengetahui lokasi sumber daya mineral yang berpotensi.

4.Peta geologi hidrogeologi

Peta geologi hidrogeologi merupakan jenis peta geologi yang menunjukkan informasi tentang air tanah di suatu wilayah. Peta geologi hidrogeologi biasanya digunakan oleh ahli hidrogeologi untuk mengetahui lokasi air tanah yang berpotensi dan juga untuk mengelola sumber daya air tanah.

5. Peta geologi stratigrafi

Peta geologi stratigrafi merupakan jenis peta geologi yang menunjukkan urutan batuan di suatu wilayah. Peta geologi stratigrafi biasanya digunakan oleh ahli geologi untuk mengetahui sejarah geologi suatu wilayah dan untuk mempelajari evolusi bumi.

Demikianlah beberapa jenis peta geologi yang sering digunakan. Dalam pembuatan peta geologi, terdapat banyak teknik dan metode yang digunakan untuk memperoleh data geologi. Dengan memahami jenis-jenis peta geologi ini, diharapkan dapat membantu dalam mengenali sumber daya alam di suatu wilayah serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam secara efektif.

PT Bawah Tanah Solusindo
Copyright © 2010 – 2024 All Rights Reserved
chevron-downchevron-down-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram