Apa itu Kualitas Batubara?

Kualitas batubara adalah sifat fisika dan kimia dari batubara yang mempengaruhi potensi kegunaannya. Kualitas batubara ditentukan oleh maseral dan mineral matter penyusunnya, serta oleh derajat coalification (rank).

 

Cara penentuannya bagaimana?

Umumnya, untuk menentukan kualitas batubara dilakukan analisa kimia pada batubara yang diantaranya berupa analisis proksimat dan analisis ultimat.

Analisis Proksimat

  1. Kandungan Air Total (Total moisture)Merupakan banyaknya kandungan air yang terdapat pada batubara sesuai dengan kondisi sampel dilapangan, terdiri atas:
    • Kandungan air bebas (free moisture) merupakan kandungan air yang terdapat pada permukaan batubara akibat pengaruh dari luar.
    • Kandungan air bawaan (inherent moisture) merupakan kandungan air yang ada pada pori-pori batubara pada saat pembentukan batubara tersebut.
  2. Zat Terbang (volatile matter)Merupakan zat aktif yang terdapat pada batubara, terdiri dari gas–gas yang mudah terbakar dan tidak. Contoh:
    • Zat mudah terbakar: Methan (CH4), hidrogen (H2), karbon monoksida (CO),
    • Zat yang tidak mudah terbakar: Uap air (H2O), karbondioksida (CO2).
  3. Karbon Tertambat (Fixed Carbon)Merupakan karbon yang tertinggal setelah dilakukan pembakaran pada batubara sesudah penguapan volatile matter.
  4. Kandungan Abu (ash content)Merupakan hasil akhir setelah dilakukan pembakaran terhadap batubara dan diperoleh nilai inherent moisture, volatile matter dan fixed carbon.
  5. Total Sulfur (total sulphur)Digunakan untuk mengetahui kandungan belerang total yang terdapat pada batubara dengan cara membakar contoh batubara pada suhu tinggi (±1350ºC). Sulfur sangat tidak diinginkan dalam batubara karena dapat mempengaruhi kualitas besi dan baja yang dihasilkan.
  6. Nilai kalori (calorific value)Adalah besarnya panas(Kalor) yang dihasilkan dari proses pembakaran batubara tersebut.Gross Calorific Value (GCV): Nilai kalori kotor sebagai nilai kalori hasil dari pembakaran batubara dengan semua air dihitung dalam keadaan wujud gas.

    Net Calorific Value (NCV): Nilai kalori bersih hasil pembakaran batubara dimana kalori yang dihasilkan merupakan nilai kalor sesungguhnya.

  7. Relative Density/Berat Jenisadalah tingkat kerapatan terhadap kerapatan suatu standar atau referensi (biasanya air).

Analisis Ultimate

 

Kualitas batubara dihitung untuk apa?

Kualitas batubara ini diperlukan untuk menentukan apakah batubara tersebut menguntungkan untuk ditambang selain dilihat dari besarnya cadangan batubara di daerah penelitian.

Karena setiap nilai kualitas batubara memiliki harga jual berbeda, karena memiliki kandungan energi dan fungsi yang berbeda.

Untuk menentukan jenis batubara, digunakan klasifikasi American Society for Testing and Material  (ASTM, 1981, op cit Wood et al., **1983)

Klasifikasi ini dibuat berdasarkan jumlah karbon padat dan nilai kalori dalam basis dry, mineral matter free (dmmf) .

 

Baca Juga: Mengenal Peredam Suara Thermoacoustic dan Manfaatnya di Dalam Ruangan

Contoh hasil analisis Batubara

Berikut adalah contoh hasil analisa batubara

Terdapat parameter analisis pada kolom awal tabel

Pada header terdapat kolom:

Analysis: Daftar parameter analisis yang di uji

Unit: satuan dari parameter uji

 

Basis: Basis dalam hasil analisis kimia batubara merupakan dasar yang dipakai untuk menyatakan nilai dari suatu parameter dan menginterpretasikan nilai tersebut pada kondisi tertentu batubara.

Sample Code: Kode dari sample yang diuji, biasanya menunjukan titik lokasi pengambilan sample.

Basis yang sering digunakan adalah sebagai berikut :

Pengujian dry basis(db) menggunakan sampel uji yang telah dikeringkan di udara terbuka seperti di atas, lalu dikonversikan untuk memenuhi kondisi batubara kering tanpa kandungan air.

PT Bawah Tanah Solusindo
Copyright © 2010 – 2024 All Rights Reserved
chevron-downchevron-down-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram