Bawahtanah → 3 METODE ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG
Jumat, 19 Mei 2023

3 METODE ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG

Penulis - Elena S. Rahayu
Editor - Tim Bawahtanah
Bagikan
Sumber gambar: cnnindonesia.com

Longsor merupakan salah satu peristiwa berbahaya yang paling dihindari di tambang. Kestabilan lereng tambang merujuk pada kemampuan suatu lereng atau dinding tambang untuk tetap utuh dan tidak runtuh. Ini adalah faktor kritis dalam tambang karena kegagalan kestabilan lereng dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk kerugian finansial, kerusakan lingkungan, hingga kecelakaan yang mengancam jiwa.

Untuk mengantisipasinya, maka kita harus paham dulu bagaimana dan apa saja metode yang digunakan untuk perhitungan kestabilan lereng.

Ini dia, simak sampai akhir ya!

  1. Metode Pengamatan Visual

    Metode ini dilakukan secara langsung dengan mengamati di lapangan dengan memperkirakan kondisi lereng bergerak atau tidak. Namun metode ini tidak terukur dan tidak valid sebab hanya mengandalkan pengamatan orang yang berbeda-beda tanpa ada parameter yang pengukurnya.

    Hanya mengandalkan pengalaman dan jam terbang masing-masing orang.

  2. Metode Komputasi

    Metode ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan rumus. Bnayak modifikasi rumus yang digunakan dalam perhitungan kestabilan lereng seperti:

    • Metode Fellenius, gaya memiliki sudut kemiringan paralel dengan irisan FK dihitung dengan keseimbangan momen.
    • Metode Bishop, mengabaikan gaya gesek antar irisan, gaya yang bekerja pada sisi irisan mempunyai resultan 0 pada arah vertikal.
    • Metode Janbu, menganalisis kestabilan lereng yang permukaan bidang gelincirnya tidak berupa busur lingkaran (non-sirkular).

Metode komputasi ini biasanya digunakan untuk menganalisis material heterogen yang terdiri atas berbagai lapisan. Secara manual biasanya diilustrasikan pada stereonet untuk mengetahui arah longsoran datau runtuhan batuan dengan memploting data arah strike dip lapisan batuan.

3. Metode Grafik

Penggunaan metode grafik ini biasanya menggunakan grafik standar seperti:

    • Taylor
    • Hoek & Bray
    • Janbu

Metode grafik ini biasa digunakan untuk menganalisis lereng yang terdiri atas material homogen dan struktur yang sederhana.

Ketiga metode ini bisa dipilih dan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masing-masing lokasi tambang.

 

BACA JUGA: 4 JENIS JALAN TAMBANG DAN KETENTUANNYA

Post Tag
kestabilan lereng
analisis kestabilan lereng
metode analisis kestabilan lereng
metode perhitungan kestabilan lereng
cara menghitung kestabilan lereng

Artikel Lainnya

PT Bawah Tanah Solusindo
Copyright © 2010 – 2024 All Rights Reserved
chevron-downchevron-down-circle
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram